Forum Kebangsaan Musyawarah XVIII PC IMM Pekalongan, Kapolres Ajak Mahasiswa Jadi Pelopor Literasi Digital dan Lawan Hoaks

KABAR UMUM 14 Jul 2026 08:45 3 min read 46 views By M. Saifudin

Share berita ini

Forum Kebangsaan Musyawarah XVIII PC IMM Pekalongan, Kapolres Ajak Mahasiswa Jadi Pelopor Literasi Digital dan Lawan Hoaks
literasi digital menjadi fokus utama dalam Forum Kebangsaan Musyawarah ke-XVIII Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Pekalongan yang digelar di Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP).

PEKALONGAN | PROBER.MY.ID – Semangat kebangsaan dan literasi digital menjadi fokus utama dalam Forum Kebangsaan Musyawarah ke-XVIII Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Pekalongan yang digelar di Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), Jalan Raya Ambokembang–Pekajangan, Senin (13/7/2026).

 

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Nurul Chabibi, S.H., Plt Kepala Kesbangpol Kabupaten Pekalongan Argo Yudha Ismoyo, S.STP., M.A.P., jajaran Muhammadiyah, IMM, serta ratusan mahasiswa.

 

Forum ini menjadi ruang dialog untuk memperkuat wawasan kebangsaan, semangat persatuan, serta sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan kalangan mahasiswa dalam mendukung pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

 

Dalam pemaparannya, Plt Kepala Kesbangpol Kabupaten Pekalongan Argo Yudha Ismoyo menjelaskan arah pembangunan daerah yang berfokus pada penguatan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi yang inklusif, peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, hingga mitigasi bencana sesuai karakteristik wilayah Kabupaten Pekalongan.

 

Ia juga memaparkan sejumlah indikator pembangunan yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pekalongan tercatat mencapai 5,38 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada di angka 72,71, sementara tingkat kemiskinan turun menjadi 8,05 persen.

 

Argo menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agent of change, kontrol sosial, sekaligus mitra pemerintah dalam menyampaikan aspirasi secara santun, objektif, dan konstruktif.

 

Sementara itu, Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf mengingatkan bahwa tantangan keamanan di era digital kini semakin kompleks. Selain kejahatan konvensional, masyarakat juga dihadapkan pada ancaman kejahatan siber, penyebaran hoaks, hingga penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

 

"Mahasiswa harus mampu menjadi pelopor literasi digital dengan menerapkan prinsip saring sebelum sharing. Jangan mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat memicu keresahan di masyarakat," tegas Kapolres.

 

Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan daring, termasuk triangle fraud, yakni pola penipuan yang memanfaatkan transaksi di platform digital. Ia mencontohkan kasus penipuan penjualan susu di wilayah Kedungwuni yang melibatkan pelaku dari luar daerah.

 

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Rachmad turut menyosialisasikan Call Center Polri 110, layanan gratis selama 24 jam yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan kejadian, meminta informasi, maupun berkonsultasi dengan pihak kepolisian.

 

"Layanan Call Center 110 terus kami optimalkan melalui peningkatan kemampuan operator dan sistem respons cepat sehingga setiap laporan masyarakat dapat segera diteruskan ke Polsek terdekat untuk ditindaklanjuti," jelasnya.

 

Kapolres juga mengingatkan bahaya penyalahgunaan narkoba yang kini mulai dipasarkan melalui media digital, termasuk dalam bentuk cairan rokok elektrik (vape), serta mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama mencegah praktik bullying di lingkungan pendidikan.

 

Sementara itu, Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Nurul Chabibi menekankan pentingnya memperkuat wawasan kebangsaan di tengah perkembangan teknologi dan bonus demografi yang dihadapkan pada ancaman proxy war, hoaks, serta disinformasi.

 

Ia mengajak mahasiswa untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi menjaga keutuhan bangsa.

 

"Nasionalisme di era digital diwujudkan melalui prestasi, inovasi, peningkatan literasi digital, serta penggunaan teknologi, termasuk AI, secara bijak dan bertanggung jawab. Mahasiswa memiliki peran penting dalam menjaga persatuan bangsa melalui ruang digital yang sehat," ujarnya.

 

Forum Kebangsaan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab antara narasumber dan peserta. Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, TNI, Polri, perguruan tinggi, serta organisasi kepemudaan dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan Kabupaten Pekalongan.

PROBER

Recent Articles

Popular Articles