Pemkab Pekalongan Gelar Apel Siaga Bencana Musim Kemarau 2026, Libatkan TNI, Polri dan Relawan

POLITIK & HUKUM 21 Jul 2026 18:07 3 min read 32 views By M. Saifudin

Share berita ini

Pemkab Pekalongan Gelar Apel Siaga Bencana Musim Kemarau 2026, Libatkan TNI, Polri dan Relawan
Kegiatan ini menjadi langkah awal memperkuat kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana selama musim kemarau, seperti kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta ancaman gagal panen.

KAJEN | PROBER.MY.ID – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggelar Apel Gabungan Kesiapsiagaan Bencana Musim Kemarau Tahun 2026 di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pekalongan, Rabu (22/7/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi langkah awal memperkuat kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana selama musim kemarau, seperti kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta ancaman gagal panen.

 

Apel dipimpin langsung oleh Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S. dan dihadiri Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, unsur TNI-Polri, BPBD, PMI, Perhutani, Damkar, Satpol PP, serta puluhan organisasi relawan kebencanaan.

 

Selain pelaksanaan apel, dilakukan pula pengecekan kesiapan personel, kendaraan operasional, dan berbagai sarana prasarana penanggulangan bencana. Sejumlah kendaraan taktis dan armada operasional milik Polres Pekalongan, Kodim 0710/Pekalongan, BPBD, PMI, Damkar, hingga kendaraan operasional Polsek jajaran turut diperiksa sebagai bentuk kesiapan menghadapi kondisi darurat.

 

Dalam amanatnya, Plt. Bupati Pekalongan Sukirman menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman musim kemarau yang diperkirakan meningkat akibat fenomena El Nino.

 

"Beberapa waktu lalu kami bersama Kapolres dan Dandim telah melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi terdampak. Saat ini kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan karena ancaman kekeringan, kebakaran hutan, hingga gagal panen mulai meningkat," ujarnya.

 

Menurut Sukirman, Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah melakukan sejumlah langkah antisipatif, salah satunya dengan menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang mulai mengalami kekeringan. Bantuan tersebut sebelumnya telah didistribusikan ke tiga dukuh di Kecamatan Sragi.

 

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam upaya mitigasi bencana, termasuk melalui penghematan penggunaan air serta pencegahan kebakaran lahan dan hutan. Peran media massa, menurutnya, juga sangat penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat selama musim kemarau berlangsung.

 

"Kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari TNI, Polri, relawan, tokoh masyarakat hingga masyarakat itu sendiri," katanya.

 

Apel siaga ini diikuti ratusan personel gabungan yang berasal dari unsur TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Linmas, Perhutani, PMI, serta berbagai organisasi relawan seperti Tagana, Bagana, MDMC, LPBI NU, Kokam, Senkom, ORARI, RAPI, dan komunitas SAR di Kabupaten Pekalongan.

 

Melalui apel kesiapsiagaan ini, Pemerintah Kabupaten Pekalongan menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh personel, peralatan, dan sistem koordinasi siap digunakan dalam menghadapi potensi bencana selama puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026. Dengan kesiapan tersebut, diharapkan dampak bencana dapat diminimalkan sehingga keselamatan masyarakat tetap terjaga dan pelayanan publik dapat berjalan secara optimal.

PROBER

Recent Articles

Popular Articles