Jalan Penghubung Pantianom–Kalijambe Ambrol Parah, Warga Harapkan Segera Ada Perbaikan
PEKALONGAN | PROBER.MY.ID – Kondisi jalan penghubung antara Desa Pantianom, Kecamatan Bojong, dengan Desa Kalijambe, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, semakin memprihatinkan. Ruas jalan aspal yang berada di tepi aliran sungai besar itu mengalami ambrol cukup parah dan hingga kini belum mendapatkan penanganan permanen.
Kerusakan terjadi akibat tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi semakin parah setelah banjir besar yang melanda pada Januari 2026 lalu. Gerusan arus sungai menyebabkan tanah penyangga badan jalan longsor sehingga sebagian ruas jalan mengalami keretakan dan ambles.
Saat ini kendaraan roda empat sudah tidak dapat melintasi jalur tersebut karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Warga terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih jauh untuk beraktivitas sehari-hari.
Padahal, jalan Pantianom–Kalijambe merupakan akses utama masyarakat Desa Pantianom menuju wilayah Sragi dan sekitarnya. Jalur tersebut juga menjadi urat nadi perekonomian warga, terutama untuk aktivitas pertanian, perdagangan, dan mobilitas masyarakat antar kecamatan. Kondisi serupa juga menjadi perhatian di sejumlah infrastruktur Kabupaten Pekalongan yang terdampak cuaca ekstrem dan gerusan sungai pada awal tahun 2026.
Salah seorang warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata sebelum kerusakan bertambah parah dan memutus akses jalan sepenuhnya.
"Kalau tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan longsor akan terus melebar. Sekarang mobil sudah tidak bisa lewat, tinggal menunggu waktu jika tidak segera ditangani," ujarnya.
Masyarakat menyebut, beberapa waktu lalu tepatnya pada Mei 2026, lokasi jalan ambrol tersebut telah ditinjau langsung oleh Plt Bupati Pekalongan, Sukirman, bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum. Kunjungan tersebut memberikan harapan bagi warga bahwa perbaikan akan segera direalisasikan.
Namun hingga pertengahan Juni 2026, kondisi jalan masih belum berubah. Warga pun berharap hasil peninjauan tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui program perbaikan darurat maupun pembangunan talud pengaman agar badan jalan tidak terus tergerus aliran sungai.
Dengan peran strategisnya sebagai jalur penghubung antar kecamatan dan akses utama masyarakat Desa Pantianom, warga berharap pemerintah daerah menjadikan perbaikan ruas jalan tersebut sebagai prioritas agar aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat dapat kembali normal.
"Semoga saja segera ada perbaikan, sebelum kerusakan semakin parah dan akses warga benar-benar terputus," harap warga setempat.
Related Articles