Polda Jateng Tegaskan Rekrutmen Akpol 2026 Transparan, Bersih dan Tanpa Jalur Titipan

Terkini 10 Jun 2026 17:08 2 min read 33 views By M.Saifudin

Share berita ini

Polda Jateng Tegaskan Rekrutmen Akpol 2026 Transparan, Bersih dan Tanpa Jalur Titipan
Polda Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk melaksanakan proses rekrutmen Calon Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis sesuai prinsip BETAH yang menjadi pedoman dalam penerimaan anggota Polri.

PROBER/ Semarang – Polda Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk melaksanakan proses rekrutmen Calon Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis sesuai prinsip BETAH yang menjadi pedoman dalam penerimaan anggota Polri.

 

Saat ini, tahapan seleksi Akpol 2026 di wilayah Polda Jateng terus berjalan. Setelah mengikuti Sidang Kelulusan Menuju Pemeriksaan Kesehatan Tahap II (Rikkes II), peserta yang dinyatakan lolos akan melanjutkan seleksi di tingkat Panitia Daerah (Panda) sebelum mengikuti seleksi tingkat Panitia Pusat (Panpus).

 

Peserta yang memenuhi syarat di tingkat daerah nantinya akan mengikuti rangkaian seleksi Panpus yang dipusatkan di Akademi Kepolisian Semarang. Tahapan tersebut meliputi uji akademik, wawancara psikologi, Uji Kemampuan Jasmani (UKJ), hingga pemeriksaan mental dan kepribadian yang akan berlangsung sepanjang Juli 2026.

 

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen dilakukan secara profesional, objektif, dan terbuka tanpa adanya perlakuan khusus kepada peserta tertentu.

 

“Rekrutmen Akpol hanya dilaksanakan melalui satu jalur, yaitu jalur reguler nasional. Tidak ada kuota khusus, jalur titipan, perlakuan istimewa maupun bentuk intervensi lainnya. Semua peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan kemampuan serta hasil yang diperoleh dalam setiap tahapan seleksi,” tegas Kombes Pol Artanto saat memberikan keterangan di Mapolda Jateng, Rabu (10/6/2026).

 

Menurutnya, prinsip BETAH yang terdiri dari Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis menjadi landasan utama dalam setiap tahapan seleksi. Dengan prinsip tersebut, diharapkan proses rekrutmen mampu menghasilkan calon-calon perwira Polri yang berkualitas dan memiliki integritas tinggi.

 

“Kami memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan secara bersih dan transparan. Setiap peserta dinilai secara objektif berdasarkan kompetensi yang dimiliki, sehingga hasil seleksi benar-benar mencerminkan kualitas calon anggota Polri yang akan direkrut,” ujarnya.

 

Polda Jateng juga mengingatkan masyarakat, khususnya para peserta dan orang tua, agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang mengaku dapat membantu meluluskan peserta dengan imbalan tertentu.

 

Artanto menegaskan bahwa seluruh proses pendaftaran dan seleksi Akpol tidak dipungut biaya. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk mewaspadai segala bentuk penipuan maupun praktik percaloan yang mengatasnamakan institusi Polri.

 

“Kelulusan peserta sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan, kesiapan, dan hasil yang dicapai dalam setiap tahapan seleksi. Jangan percaya kepada siapa pun yang menjanjikan kelulusan dengan meminta sejumlah uang,” tandasnya.

 

Melalui proses seleksi yang ketat dan berintegritas tersebut, Polri berharap dapat melahirkan calon-calon perwira yang unggul, berkarakter, profesional, serta siap menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat di tengah tantangan tugas kepolisian yang terus berkembang.

 

 

PROBER