Stasiun Bedono Kini Jadi Destinasi Ngopi Heritage, Wisata Sejarah dan UMKM Kembali Bergeliat.
SEMARANG, PROBER.MY.ID – Stasiun Bedono di Desa Bedono, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, kini hadir dengan wajah baru. Bangunan bersejarah yang dahulu menjadi bagian penting jalur kereta api pegunungan di Jawa Tengah tersebut bertransformasi menjadi destinasi wisata kuliner bernuansa heritage melalui konsep Train Coffee Stasiun Bedono.
Transformasi ini tidak hanya menghadirkan tempat bersantai yang unik, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menghidupkan kembali salah satu warisan sejarah perkeretaapian Indonesia yang sempat lama tidak aktif. Dikenal sebagai stasiun kereta api tertinggi di Jawa Tengah pada masanya, Stasiun Bedono kini menawarkan suasana berbeda. Pengunjung dapat menikmati secangkir kopi sambil merasakan atmosfer bangunan berusia lebih dari satu abad yang masih mempertahankan karakter arsitektur lamanya.
Sejak resmi dibuka untuk umum, kawasan tersebut mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun luar daerah. Selain menikmati aneka minuman dan kuliner, pengunjung juga dapat bersantai di area peron yang ditata sebagai ruang terbuka dengan panorama alam pegunungan yang masih asri. Kursi-kursi outdoor ditempatkan di sepanjang area stasiun, sementara area lesehan di bawah rindangnya pepohonan menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana lebih santai dan tenang.
Pengelola Train Coffee Stasiun Bedono, Valen, mengatakan pihaknya ingin menghadirkan ruang publik yang mampu menggabungkan unsur sejarah, wisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. "Kami ingin Stasiun Bedono kembali hidup dan dikenal masyarakat. Bukan hanya sebagai bangunan bersejarah, tetapi juga sebagai tempat yang memberikan manfaat bagi warga sekitar," ujarnya.
Menurut Valen, konsep yang diusung mengedepankan kenyamanan pengunjung dibanding mengejar keramaian semata. "Kami ingin menciptakan suasana yang adem, nyaman, dan membuat orang betah berlama-lama menikmati suasana stasiun," katanya. Selain mengembangkan sektor wisata, pengelola juga menggandeng pelaku UMKM lokal untuk ikut meramaikan kawasan. Berbagai kuliner tradisional dan jajanan khas daerah kini tersedia di area stasiun, sehingga memberikan peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal seiring meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke kawasan tersebut. Ke depan, pengelola juga menyiapkan sejumlah pengembangan untuk memperkuat identitas Stasiun Bedono perkeretaapian. Salah satunya melalui rencana menghadirkan beberapa gerbong kereta api bekerja sama dengan PT KAI guna menambah daya tarik kawasan. Saat ini Train Coffee Stasiun Bedono beroperasi setiap Selasa hingga Minggu mulai pukul 10.00 WIB hingga 17.00 WIB.
Pengelola juga berencana memperpanjang jam operasional hingga malam hari guna memberikan lebih banyak pilihan waktu bagi para pengunjung. Warisan Sejarah Perkeretaapian Stasiun Bedono memiliki sejarah panjang dalam perkembangan transportasi kereta api di Indonesia. Stasiun ini dibangun pada tahun 1873 dan mulai beroperasi pada 1905 sebagai bagian dari jalur kereta api Secang–Kedungjati. Jalur tersebut terkenal karena menggunakan sistem rel gigi atau rack railway untuk membantu kereta melintasi medan pegunungan dengan kemiringan tinggi.
Pada masa kolonial Belanda, jalur ini memiliki peran strategis karena menghubungkan kawasan militer di Magelang dengan Benteng Willem I di Ambarawa. Namun seiring perubahan kebutuhan transportasi, jalur tersebut akhirnya ditutup pada tahun 1976. Kini, setelah puluhan tahun menjadi saksi bisu sejarah, Stasiun Bedono kembali menemukan perannya melalui konsep wisata heritage yang memadukan sejarah, kuliner, dan pemberdayaan masyarakat.
Kehadiran Train Coffee Stasiun Bedono menjadi bukti bahwa bangunan bersejarah tidak hanya dapat dilestarikan, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara produktif untuk mendukung pariwisata dan perekonomian lokal tanpa kehilangan nilai sejarah yang dimilikinya.
Related Articles